Skip to main content

Belum Sepenuhnya Buta

Kakakku akan memulai kuliahnya, namun dia kehilangan pengelihatannya. Dokter sendiri tidak tahu mengapa. Yang jelas sekarang dia buta dan mendapatkan perawatan dirumah. Kala pertama kali dia mengalami kebutaan, kejiwaannya benar - benar terguncang, pernah suatu ketika dia memutuskan untuk bunuh diri. Namun semuanya berubah, kupikir begitu.

"Aku akan baik - baik saja, " katanya. Dia benar - benar berubah, memanfaatkan seluruh waktu yang dia punya untuk menenangkan diri. Namun bukan itu yang aku maksud. Dia malah mulai membicarakan hal - hal aneh kepadaku.

"Aku mendengar suara dan melihat sesuatu yang aneh," dia bilang padaku tanpa rasa sedih sedikitpun.

"Pikiranmu pasti sedang berhalusinasi," aku pikir begitu, memang apa lagi selain itu ?

"Kemarin, aku berani sumpah aku melihat sekelompok makhluk kerdil berwarna hijau mengelilingi tempat tidurku." Seumur hidupnya, kakakku tidak pernah percaya dengan hantu atau hal - hal gaib lainnya, jadi ketika dia membicarakan hal seperti ini aku benar - benar kaget. Mungkin karena aku meresponnya dengan baik dia jadi sering sekali membicarakan pengalamannya yang itu setiap harinya. Dia mengaku pernah melihat sebuah gerbang kuil dan tangan raksasa, dan dia juga bilang kalau dia sering mendengar langkah kaki walaupun dia sedang sendirian.

Dia tidak ingin membuat orang tua kami khawatir, jadi dia hanya menceritakan hal itu kepadaku. Namun suatu ketika dia tidak keluar - keluar dari kamarnya. Aku mulai khawatir, jadi aku memeriksa keadaannya di kamar. Aku melihat dia sedang mengigil dibalik selimut, ketakutan.

"Pintu ditutup, semua lampu mati," suaranya terdengar sangat tertekan. "Mataku juga tidak bisa melihat, namun dia masih berada disana, berdiri di depan pintu, mengenakan kimono... Dia menunduk, tapi aku tahu pasti lidahnya sangat panjang. Aku tidak bisa melihatnya lagi karena kamu disini. Yang jelas tadi itu benar - benar menyeramkan. Aku sama sekali tidak percaya hantu."

Setelah mendengar itu, beberapa saat aku jadi agak takut melewati pintu. Yang membuatku kaget juga adalah setelah apa yang dia lihat dan dengarkan, dia masih tidak percaya pada hantu.

"Aku melihat arwah atau apapun, namun bisa jadi itu hanya halusinasi dari otakku karena aku ingin bisa melihat sesuatu, maksudku, mereka tidak mungkin ada kan ? aku bisa memberitahu kamu makhluk apa saja yang ada diruangan ini sekarang, mereka semua kelihatan jahat, aku sama sekali tidak ingin melihat mereka.... Tapi kalaupun memang benar mereka adalah hantu, ada banyak sekali disini"

Comments

Popular posts from this blog

Tragedi Himuro Mansion

Siapa yang udah pernah main game Fatal Frame ? Saya belom, hehe. Mau maenin tapi PS 2 nya rusak duluan. Saya tahu Fatal Frame dari teman saya yang sudah terlebih dahulu bermain Fatal Frame. Gamenya lumayan horror, eh bukan lumayan lagi deh. Horror banget. Ya iyalah gimana gak ? Di game itu kita berperan jadi sepasang gadis yang tersesat di sebuah mansion yang isinya hantu - hantu semua. Satu - satunya cara untuk menghadapi hantu - hantu itu adalah dengan memotret mereka dengan sebuah alat bernama camera obscura. Iya, dipotret hantunya. Kebayangkan kalo hantunyaFatal Frame tiba - tiba muncul di depan wajah terus langsung kita harus buru - buru potret. BAKEKOK !! Ini kok jadi review game ? -_-" Maaf keasyikan ngebahas Fatal Frame. Langsung ke topik utama. Ada alasan mengapa tadi saya membahas game Fatal Frame sedikit di awal. Latar tempat game Fatal Frame adalah sebuah mansion (rumah singgah yang besar dan luas) bernama Himuro Mansion. Dan coba tebak ? ternyata Himuro Mansion benar …

Linimasa (Sisi kelam sebuah kicauan)

Selesai Abatoar langsung saya lahap Linimasa di hari itu juga. Rasanya agak telat kalau saya me-review Linimasa sekarang - sekarang ini, mengingat tanggal terbitnya sudah lewat berbulan - bulan lalu. Well... better late than never. Kita bahas sedikit tentang cerita dalam Linimasa, tanpa spoiler tentunya.

Judul buku : Linimasa (Sisi kelam sebuah kicauan) Penulis : @kisahhorror Penerbit : Mediakita Tanggal terbit : November - 2013 Jumlah halaman : 340


Linimasa menceritakan tentang konflik dan intrik anak - anak remaja tanggung persis di sinetron - sinetron yang sering diputar di stasiun televisi kesayangan kita. Adalah Tatiana, gadis berpenampilan sederhana namun selalu meninggalkan kesan baik pada teman - temannya sebagai siswi yang rajin, pintar, suka menolong dan ramah kepada semua orang. Sifat baik Tatiana bukan berarti berimbas baik pada semua orang, tersebutlah lima orang remaja lain yang merasa dipecundangi oleh kebaikan dan prestasi - prestasi Tatiana. Lima orang remaja itu adalah Fra…

Gak Baca Komik Horor, Sekalinya Baca Jadi Lama Gak Posting Lagi

Lama gak update sodara - sodara sekalian. Kali ini saya gak mau cerita sesuatu dulu. Mau share sedikit aja.  Jadi gini, ceritanya saya lagi iseng googling. Dan nemu komik horror disalah satu web penyedia komik. Jelas dong saya penasaran, saya baca dikit dan voila ! sukses bikin saya gak bisa tidur, gak berani di kamar mandi lama - lama. Dan gak berani buat posting cerita horor buat sementara. (Selain sempitnya waktu, efek dari komik ini yang membuat saya gak posting - posting lagi).

"Emang serem banget ya ?"

Gak banget - banget sih, tapi karena ilustrasinya yang "brengsek" dan lumayan buat bahan mental disturbing jadi bakal bikin anda berkali - kali ngeliat ke belakang pas lagi baca ceritanya (if you know what i mean...^_^).

Nih saya kasih linknya aja. Saya gak mau naro gambar - apa dipostingan kali ini.

YAMI NO KOE
Nemu profil penulisnya juga dari wikipedia :

Junji Ito was born in the Gifu prefecture of Japan in 1963. He was inspired from a young age by both his ol…