Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2014

Tiga Tahun

Selamat malam.
Umpamanya bayi, umur tiga tahun itu adalah waktu dimana bayi baru belajar jalan. Setapak, dua tapak langkah lalu terjatuh, lecet, terus menangis sebentar, istirahat, lalu jalan lagi. Terus begitu hingga akhirnya bisa proses kehidupan menempanya hingga bayi itu menjadi remaja yang bisa berlari mengejar angin.
Kok jadi bahas bayi umur tiga tahun ? Saya bukan mau bahas tentang video kutukan iklan popok bayi itu kok, hehehe.  Sebagai sebuah blog yang ditulis oleh seorang awam, Fear Your Fate masihlah sangat... sangaat... sangaat......... biasa. 
Ya begitulah, Fear Your Fate telah menginjak umurnya yang ketiga. Terus bertahan dengan segala upaya menghadapi gangguan - gangguan makhluk iseng setiap k
ali lagi ngeblog. Mulai dari suara - suara aneh dari dapur, mouse yang tiba - tiba ngadet, wangi melati yang semerbak harum mewangi di malam jum'at, hingga yang paling parah yang bikin saya langsung stop blogging di satu malam adalah.... mati listrik (buat yang mati listrik itu…

Hanya Sedang Jalan - Jalan Malam

Mau berangkat, pengen ngapel

Selamat Ngapel...

Belum Sepenuhnya Buta

Kakakku akan memulai kuliahnya, namun dia kehilangan pengelihatannya. Dokter sendiri tidak tahu mengapa. Yang jelas sekarang dia buta dan mendapatkan perawatan dirumah. Kala pertama kali dia mengalami kebutaan, kejiwaannya benar - benar terguncang, pernah suatu ketika dia memutuskan untuk bunuh diri. Namun semuanya berubah, kupikir begitu.

"Aku akan baik - baik saja, " katanya. Dia benar - benar berubah, memanfaatkan seluruh waktu yang dia punya untuk menenangkan diri. Namun bukan itu yang aku maksud. Dia malah mulai membicarakan hal - hal aneh kepadaku.
"Aku mendengar suara dan melihat sesuatu yang aneh," dia bilang padaku tanpa rasa sedih sedikitpun.
"Pikiranmu pasti sedang berhalusinasi," aku pikir begitu, memang apa lagi selain itu ?
"Kemarin, aku berani sumpah aku melihat sekelompok makhluk kerdil berwarna hijau mengelilingi tempat tidurku." Seumur hidupnya, kakakku tidak pernah percaya dengan hantu atau hal - hal gaib lainnya, jadi ketika d…

Boneka Kutukan

Karena urusan pekerjaan, aku jadi lebih sering berpindah - pindah rumah. Terkadang aku menyewa apartemen dan kadang - kadang aku mengontrak rumah. Peristiwa ini terjadi ketika aku tinggal disebuah tempat bernama Hagi di prefektur Yamaguchi. Disana ada kontrakan dengan sewa yang rumah di sana oleh karena itu aku tertarik. Keseluruhan bagian rumah terlihat bagus namun ada beberapa kekurangan pada rumah itu. Biarpun rumah itu luas namun rumah itu agak reot dan agak terpencil karena berada di kaki gunung.

Hampir sebulan semenjak aku menempati rumah itu suatu hari anak perempuanku menemukan sebuah kotak aneh di halaman belakang rumah. Selama aku liburan aku sering berkeliling rumah dan berkeliling taman untuk memeriksa segala sesuatunya. Dan seharusnya aku menemukan kotak aneh itu karena kotak itu sangat mudah terlihat dan tidak tersembunyi letaknya.
Aku pikir kemampuan indra keenamku sudah lama menghilang, namun aku bisa merasakan sesuatu yang tidak wajar dari kotak itu. Andai saja aku ti…

Inikah Neraka ?

Gimana yah caranya jelasin cerita satu ini ?
Jadi gini, ini cerita gak ada unsur hantu atau urban legend atau mitos sama sekali. Tapi bisa jadi ini adalah cerita paling horror yang pernah saya temui. Gak seram, tapi.... mengenaskan...
===============================================================
Kakekku seorang penjudi akut. Selama hidupnya jarang sekali dia berlaku jujur. Karenanya, pekerjaan dia sehari - hari hanyalah berkeliling mencari tempat judi dari satu tempat ke tempat lain. Terkadang dia menang, namun dia lebih sering kalah.
Keluarga kami tentu saja keluarga miskin yang bahkan untuk makan saja tidak cukup. Nenekku bekerja disawah untuk mencukupi kehidupan anak - anaknya.
Kakekku adalah seorang yang brutal dan kejam. Orang - orang mengenal dia sebagai "Si Ular". Karena dia memang tidak bisa dipercaya. Selain itu karena dia memang memiliki tato ular di punggungnya.
Berjudi adalah kehidupan kakek ku dan dia hanya punya sedikit waktu untuk keluarganya. Satu - satunya …