SlideShow

0

Di Pemakaman

Suatu hari dalam sebuah prosesi pemakaman seorang pria. Ketika perhatian keluarga dan kerabat pria tersebut sedang tertuju pada makam. Entah seseorang atau sesuatu dengan mengenakan jubah hitam hingga menutupi kepalanya berjalan dengan cepat seperti melayang dengan sekilas terlihat tak ada kulit wajah dibalik jubah yang menutupi kepala itu, melainkan tengkorak putih. Lantas sosok aneh itu berdiri diantara orang - orang yang hadir. Kontan yang hadir disana terkaget - kaget namun tak ada satupun dari mereka yang berteriak ketakutan, karena saat itu doa pengantar yang meninggal sedang dibacakan bersama - sama. Semuanya menunduk tepekur berikut juga sosok berjubah hitam itu tadi.

Semua yang hadir disana sudah mengetahui keberadaan sosok itu, namun tak ada seorang pun yang mengucapkan sepatah katapun untuk menegurnya. Sepertinya yang ada dipikiran mereka adalah malaikat maut ikut menghadiri prosesi pemakaman itu. Hening menyelimuti para keluarga dan kerabat pria yang meninggal tadi hingga mereka semua pergi meninggalkan makam. Semuanya pergi meninggalkan makam bersama sosok berjubah hitam itu yang sama sekali tak bersuara.

Sekarang tinggal sosok jubah hitam sendirian didepan makam seorang pria.


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Seminggu sebelum kematiannya, pria yang diceritakan meninggal dari cerita diatas menuliskan sebuah surat wasiat dan surat itu diberikan kepada sahabat karibnya. 
Isi surat tersebut adalah sebagai berikut : 

"Aku ingin ada seseorang yang datang ke pemakamanku dengan pakaian seperti Grim Reaper lalu ikut memperhatikan prosesi pemakamanku hingga selesai tanpa berkata sepatah kata apapun. Dan tetap didekat makamku hingga semua orang pergi. Sepertinya kau layak untuk melaksanakan wasiatku ini, teman ^_^"

Maaf saya lupa memberitahu kalau pria yang meninggal itu terkenal dengan kejahilannya.
2

Hidup Sekali, Dikubur Dua Kali

Ini adalah cerita dari seorang nenek yang sangat malang, terjadi seratus tahun yang lalu di kota Lurgan. Nenek itu memiliki seorang suami yang sudah lama meninggal. Cincin yang diberikan suaminya itu tidak ternilai harganya saat itu.

Suatu pagi, dia sakit dan terlihat sudah meninggal. Keluarganya melaksanakan upacara pemakaman dan menguburnya. Malam harinya, pencuri makam menggali kuburannya dan mencoba untuk merampas cincin itu dari jarinya. Cincin itu terpasang sangat kencang di jari manisnya yang sudah keriput.
Karena kesulitan merampasnya akhirnya mereka memutuskan untuk memotong jari nenek itu. Mereka meletakan mata pisau dijarinya, dan mulai mengiris jarinya hinga terasa sampai tulang.

TIBA - TIBA NENEK YANG DIKIRA SUDAH MENINGGAL ITU MENJERIT.

Pencuri makam itu sangat kaget dan langsung lari ketakutan. Ditengah kesendirian, nenek itu memutuskan untuk pulang ke rumah dan menjelaskan kepada keluarganya kalau dia hanya pingsan.

Beberapa tahun kemudian akhirnya dia benar - benar meninggal dan di batu nisannya dituliskan sebuah kalimat :