SlideShow

3

Si Badut Sedih

Beberapa hari yang lalu aku mengalami mimpi yang aneh. Aku sedang berdiri di sebuah jalan menuju kesekolahku. Saat itu benar - benar sunyi. Tak ada angin yang berhembus, tak ada suara burung dan tak ada serangga yang berdesing. Jalanan benar - benar kosong dan tidak ada siapapun disini. Aku pun mulai berjalan.


Ketika itu pula, aku merasakan hal aneh seakan - akan seseorang sedang mengawasiku. Aku melirik kebelakang, aku menyadari ada sosok seseorang dari kejauhan. Terlihat sedang berlari dengan kencang. Aku tetap berjalan, namun tiap kali aku melirik kebelakang, sosok itu semakin mendekat. Aku jadi semakin risih. Sosok itu semakin lama semakin mendekat.

Pada satu kesempatan, aku berhenti berjalan dan melihat kebelakang. Sosok itu berhenti juga. Dia berdiri ditengah jalan melihat kearahku. Ketika aku berjalan lagi, sosok itu kembali berlari mengejarku. Hingga akhirnya sosok itu jadi sangat dekat, saking dekatnya aku sudah bisa melihat seperti apa wajahnya.

Ternyata itu adalah badut. Seorang badut dengan mimik wajah sedih. Dia mengenakan topi lusuh dan mantel yang penuh tambalan persis seperti gelandangan. Cara dia melihat kearahku benar - benar membuatku takut dan untuk beberapa saat aku berpikir "Jika dia menangkapku, dia akan membunuhku."

Aku ingin berlari, namun entah mengapa kakiku menjadi sangat berat untuk melangkah. Aku hanya bisa melangkah dengan jarak sedikit - sedikit. Badut itu semakin dekat jauh lebih dekat dari sebelumnya. Aku melirik ke belakang, aku bisa melihat mata badut itu. Dia menangis.

Aku melihat sekolahku dan semakin merasakan kehadiran sosok itu tepat dibelakangku. Aku berpikir jika aku berhasil mencapai sekolah sebelum dia menangkapku, aku selamat.
 
Tepat ketika aku mencapai gerbang sekolah, aku melirik sekali lagi. Badut itu sudah tepat berada dibelakangku. Tangannya memegang bahuku dan memutar tubuhku kearahnya.

Wajahnya sangat mengerikan. Dia tidak benar - benar marah melainkan menunjukkan rasa putus asa yang menyeramkan. Airmata mengalir dipipinya yang diwarnai.

"Kena kau !" katanya.

 Kemudian, yang membuatku heran, dia melepaskanku dan pergi begitu saja.

Aku merasa dibodohi. Bagaimana bisa aku jadi sedemikian bodoh ? Aku ketakutan karena hal tak beralasan. Aku menertawai diriku. Badut itu berhenti melangkah dan berbalik. Dia mengambil pisau yang berkarat dari kantongnya dan memegangnya didepan wajahnya.


"Kali kedua aku menangkapmu, aku akan menyayatmu." katanya. "Kali ketiga, aku akan membunuhmu.... Sampai jumpa lagi"

Setelah itu, si badut menyeka air mata dari wajahya dan pergi.

Aku terbangun dengan keringat dingin.

Semenjak aku mengalami mimpi itu aku jadi takut untuk tidur. Selama beberapa hari aku minum kopi dan cola, mencoba agar tetap terjaga. Aku tidak berani menutup mataku walaupun hanya sejenak. Aku takut untuk tidur... dan apabila aku bermimpi, aku tahu badut itu akan menungguku disana.

Cerita ini berasal dari Jepang dan konon katanya jika anda membaca cerita ini, si badut sedih akan muncul dalam mimpi anda persis seperti cerita yang akan anda baca.
0

The Conjuring

Sebelum dimulai, dari lubuk hati yang terdalam saya mau minta maaf kalau - kalau ada salah - salah kata dari apa yang saya tulis di blog ini. Mohon dibukakan pintu maaf selebar - lebarnya. Mudah - mudahan semua amal dan ibadah kita di bulan Romadhon kemarin dan maaf yang kita ucapkan diterima oleh Allah. Aamiin...

Let's begin.

The Conjuring
=========================================================
Sinopsis

In 1971, Carolyn and Roger Perron move into a dilapidated old farmhouse in Harrisville, Rhode Island with their five daughters. During the first day, the family moves in smoothly, though their dog, Sadie, refuses to enter the house and one of the daughters finds a boarded up entrance to a cellar.
The next morning, Carolyn wakes up with a mysterious bruise and to find Sadie lying dead outside the house. Over the next several days, various instances of paranormal activity occur. The activity culminates one night while Roger is away in Florida, as Carolyn is locked in the cellar while a spirit that looks like an elderly woman attacks one of her daughters.
Carolyn contacts noted paranormal investigators Ed and Lorraine Warren for help. The Warrens conduct an initial investigation and conclude that the house may require an exorcism, though this cannot be done without further evidence and authorization from the Catholic Church.
While researching the house's history, Ed and Lorraine discover that the house once belonged to an accused witch, Bathsheba, who tried to sacrifice her children to the devil and killed herself after cursing all who would take her land. The property was once 200+ acres but has since been divided up into smaller parcels. They find reports of numerous murders and suicides in houses that have since been built upon parcels that were once part of the property.
Ed and Lorraine return to the house in an attempt to gather evidence to receive authorization for an exorcism. One of the daughters, Cindy sleepwalks into her sister's room and reveals a secret passage behind a wardrobe. Lorraine enters the passage and falls through the floorboards into the cellar, where she sees the spirits of people whom Bathsheba has possessed. All are mothers whom Bathsheba used to kill their children. Another of the Perron children is violently attacked and dragged along the floor by an unseen force.
Lorraine and Ed take their evidence to the Church to organize an exorcism while the Perron family takes refuge at a hotel. Ed and Lorraine's daughter is attacked in their own home by the spirits from the Perron house.
Carolyn, who was earlier possessed by the spirit of Bathsheba, takes two of her daughters, Christine and April, and drives back to the house. Ed, Lorraine, two of their assistants and Roger rush to the house where they find Carolyn trying to stab Christine. After subduing Carolyn, Ed decides to perform the exorcism himself, though Carolyn escapes and again attempts to kill her other daughter, April. Lorraine is able to temporarily distract the possessed Carolyn from killing her daughter by reminding her of a special memory she shared with her family, allowing Ed to complete the exorcism, saving Carolyn and her daughter.
============================================================
About 
Directed by James Wan
Produced by Tony DeRosa-Grund
Peter Safren
Rob Cowan
Written by Chad Hayes
Carey Hayes
Starring Vera Farmiga
Patrick Wilson
Ron Livingston
Lili Taylor
Music by Joseph Bishara
Cinematography John R. Leonetti
Editing by Kirk M. Morri
Studio The Safran Company
Evergreen Media Group
New Line Cinema
Distributed by Warner Bros.
Release date(s)
  • July 19, 2013
Running time 112 minutes[1]
Country United States
Language English
Budget $20 million[2]
Box office $194,163,000[3

 =================================================================
 Rezz Opinion

Okeh, sekarang tanggapan saya menurut The Conjuring. Kalo anda penikmat film horor yang hanya sekedar mencari sensasi horor dari sosok - sosok hantu yang mengerikan dan mengagetkan, film The Conjuring akan berasa biasa aja karena memang disini sosok hantu tidak digambarkan begitu seram (Kalo gak nenek - nenek, ya bocah kecil yang pucet). Anda akan lebih sering berkomentar "The Conjuring gak serem, ceritanya juga gak jelas. Ngagetin doang" Kalo anda seorang penikmat film horror akut yang telah meneliti berbagai film horror mulai dari segi cerita hingga teknik sinematografinya. Film The Conjuring patut diacungi jempol. Tapi kalo anda penakut yang sekedar iseng untuk menonton film horor, anda tidak akan tahu apa - apa tentang film ini karena sepanjang cerita hanya menutup mata saja. (Bercanda doang... lanjut sana bacanya !)

Sekilas melihat The Conjuring kita merasa familiar dengan film Insidious. Jelas akan familiar karena dua film ini disutradarai oleh orang yang sama. Namun ada beberapa trik - trik horor yang memukau dan membuat perbedaan dengan Insidious. Misalnya adegan ketika Andrea Perron (kalo gak salah) terbanting ke kaca jendela dan rambutnya ditarik - tarik mengelilingi ruangan hingga akhirnya baru terbebaskan ketika bagian rambut yang ditarik itu berhasil dipotong dengan susah payah. Ketika menonton film ini saya berkali - kali menjerit sambil menunjuk layar "ITU BIKINNYA GIMANA...!?" Lalu ditambah lagi pada adegan terakhirnya ketika exorcism yang dilakukan pada Carolyn Perron. Pada adegan ini Carolyn Perron yang kerasukann Batsheeba mengingatkan saya pada film Evil Dead. 

Sekarang kita bahas storylinenya.

Biasanya film horror yang ceritanya diangkat dari kisah nyata jadi agak kurang berasa kekuatan ceritanya, karena ceritanya sebatas dari apa yang dikisahkan oleh kenyataan. Namun The Conjuring berhasil menawarkan kekuatan cerita yang lumayan epik dari salah satu kasus dari pasangan demonologis yang legendaris The Warrens. Saya pikir untuk sebuah film horror, selalin memiliki kekuatan cerita, The Conjuring juga menjadi film horror yang paling romantis yang pernah saya tonton. Berkali - kali Lorrain Warren bilang "Tuhan mempersatukan kita untuk sebuah alasan". Yah... lumayan so sweet lah. Hehehe...

=====================================================================
The Conclusion

Dibalik semua itu, tetap saja The Conjuring memang kurang "horror". Porsi ketakutan yang disuguhkan buat penikmat horror sejati rasanya agak kurang beringas. Yang bilang The Conjuring itu serem banget, mungkin mereka belum nonton Evil Dead.

Scariest horror movie ever ?
I dont think so... ^^

sourcelink : wikipedia