Skip to main content

Posts

Review : Insidious Chapter 3

Entah bagaimana saya harus berepilog untuk postingan kali ini. Tak perlulah kita berepilog dengan kalimat-kalimat bertele-tele seperti  Apa kabar pembaca sekalian, maaf sekali baru bisa posting kali ini karena blablablabla Namun kalau boleh jujur, setelah sekian lama tidak blogging, jari dan otak ini jadi nggak sinkron karena jarang digunakan untuk mengetik blog yang suram ini. Enough chit-chat, let's get straight. Apa yang anda rasakan kalau anda memanggil seseorang namun yang menanggapi malah orang lain? Canggung? well... dalam Insidious : Chapter 3 canggung sepertinya bukan kata yang tepat, kita bisa menggunakan kata "terror" sebagai pengganti. Itulah yang terjadi dalam Insidious : Chapter 3. Dibintangi oleh aktris belia nan manis Stefanie Scott yang berperan sebagai Quinn Brenner, tokoh utama sekaligus korban teror dari 'The Man Who Can't Breathe' yang ingin menguasai diri Quinn sebagai 'peliharaan' di dunia lain. Insidious : Chapter 3 ...

Air Minum

Ada seorang gadis kecil yang tinggal di gedung apartemen. Suatu hari, dia bilang pada ibunya kalau dia ingin pergi keluar untuk bermain dengan teman-temannya. Beberapa jam kemudian, ketika ibu si gadis pergi untuk mencari anaknya untuk makan malam, dia menyadari bahwa anaknya tidak ada dimanapun. Si ibu menanyakan kepada semua anak-anak yang tinggal di apartemen mengenai keberadaan anaknya. Mereka mengatakan kalau mereka tidak melihat anaknya seharian ini. Kenyataan pahitnya anak itu telah hilang. Poor Little Girl Orang tua si gadis menelepon polisi dan pencarian dilakukan di sekitar apartemen. Orang-orang yang tinggal di apartemen turut membantu pencarian, namun tidak membuahkan hasil. Pada akhirnya, si gadis tidak pernah ditemukan. Tiga bulan kemudian, penghuni komplek apartemen mulai mengeluhkan pasokan air minum di apartemen. Ketika mereka menyalakan kran air, mereka menyadari ada aroma aneh dari airnya. Pelan tapi pasti, manajer apartemen mulai menerima kelu...

Pengendara Bis

Tersebutlah seorang pengendara bis yang bekerja di sebuah rumah sakit daerah. Suatu hari dia diberi tugas untuk memindahkan 20 pasien sakit jiwa menuju rumah sakit jiwa milik negara. Ketika di jalan dia merasa kehausan dan memutuskan untuk beristirahat sejenak di sebuah bar. Ketika dia kembali ke bis, dia kaget ternyata sudah tidak ada siapapun di dalam bisnya. Para pasien sakit jiwa entah bagaimana caranya berhasil kabur. Karena takut kehilangan pekerjaannya, pengendara bis yang licik itu memiliki sebuah rencana. Dia mengendarai bis kembali dan berhenti di sebuah halte bis. Dia membuka pintu dan disana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk naik bis. Pengendara bis membawa mereka ke rumah sakit jiwa dan mengatakan pada petugas disana bahwa mereka adalah pasien rumah sakit jiwa yang sudah parah dan harus diikat. Butuh beberapa bulan sebelum petugas rumah sakit jiwa tersebut menyadari kesalahan mereka. Seiring waktu, banyak dari penumpang bis tersebut menjadi benar-benar g...

Kesempatan Membalas Award

Sebenarnya sudah lama sekali Liebster Award ini dinobatkan, namun kesempatan membalas award ini sulit sekali diselipkan. Kebetulan sekarang malam Minggu, waktunya saya dandan yang rapi, pakai parfum, lantas blogging. Iya, blogging. Hahaha.... haha.... ha.. hiks... :( Maaf banget ya neng @Agiasazia ini abangda baru bisa balas awardnya sekarang, bukannya abangda gak cinta sama eneng, tapi abangda lagi sibuk selingkuh sama istri keempat abangda yang sekarang lagi hampil 7 bulan anak yang ketiga dari hasil ulah abangda karena nggak disengaja. Sekali lagi maaf yang sebesar-besarnya, abangda harap eneng bisa ngertiin abangda. Kita langsung bahas pertanyaan dari si eneng geulis deh. Kalo jadi tokoh antagonis di film, lo mau jadi siapa? Berikan alasannya. Kalo punya wewenang bikin sinetron, judul ter-alay apa yang bakal kalian pake? Kalo jadi aktor/aktris dalam film, lo pengin dipasangkan sama siapa? Berikan alasan. Farhat Abbas atau Vicky Prasetyo? Pilih salah satu, berikan alasan (h...

Manggarai

Walaupun tinggal di kos, tiap sore aku pasti pulang ke rumah dengan menggunakan kereta. Karena malas untuk berdesak-desakan dengan penumpang kereta api lainnya, aku sengaja pulang ke rumah pada jam-jam terakhir keberangkatan kereta. Sebagai seseorang yang terkadang merasa tidak nyaman di tengah - tengah kerumunan, melakukan perjalanan dengan kereta pada jam - jam terakhir lumayan menyenangkan. Tidak perlu berdesakan dan bisa duduk dimana saja yang kita inginkan. Dari tempat kos aku naik kereta menuju stasiun transit. Setibanya aku di stasiun transit aku langsung bergegas menuju peron untuk kereta selanjutnya yang menuju langsung ke kota tempat aku tinggal. Dan di peron itu hanya tinggal aku sendirian sementara beberapa penumpang lain berada di peron yang lain menuju ke stasiun berikutnya masing-masing. Di peron yang lain kereta sudah tiba lebih dulu, kian lama penumpang kereta semakin sedikit. Aku mulai khawatir, jangan-jangan aku kehabisan kereta. Hari sudah larut malam, bisa-bisa a...

Fear Your Fate : Liebster Award

Dear readers, dengan segenap pengorbanan keringat dan darah saya berusaha membangun blog ini agar tetap dipenuhi dengan hawa misteri. Berusaha posting hanya ketika malam saja sebagai pengantar tidur readers sekalian. Dan saya juga berusaha mati-matian menahan diri untuk tidak terlalu mengekspos diri saya ke dalam blog (biar kelihatan misterius dan keren). Namun tepat pada tanggal dipostingnya tulisan ini seseorang berakun twitter @ Agyasaziya_R melakukan sesuatu yang benar-benar tidak saya duga sama sekali dalam perjalanan saya blogging selama ini. Suatu hal yang menjungkirbalikkan kharisma mistik blog ini, yang membuat Lady Kunti dan Masboy Pocong mungkin terpingkal-pingkal di kuburan. Author-nya norak! Biar link ini (http://www.agiasaziya.com/2015/01/mabok-liebster-award.html) yang menceritakan semuanya. (Mohon dibaca agar readers bisa nyambung dengan tulisan berikutnya) Sebuah award. Untuk saya. Pertama kalinya. Wow.  Liebster Award Ta Da..! Untuk pertama kalin...

Jembatan Rel Kereta Di Dekat Stasiun Bekasi

Dear readers. Itu adalah jembatan. Nenek-nenek goyang dumang juga tahu itu jembatan Jembatan itu terletak tidak jauh dari stasiun Bekasi, jalur rel kereta menuju ke arah Cirebon melintasi kali Bekasi. Diceritakan bahwa jembatan tersebut adalah tempat pemenggalan kepala para prajurit Jepang yang tertangkap di Bekasi. Sudah tidak terhitung ada berapa kecelakaan yang terjadi di sekitar jembatan tersebut yang memang tidak jauh dari palang pintu kereta. Setiap tahun pasti selalu ada korban yang tertabrak oleh kereta dari tempat palang pintu lalu terseret hingga arah jembatan. Jembatan Angker Sudah berkali-kali jembatan tersebut diganti catnya, namun tetap saja kengeriannya tidak berubah semenjak zaman penjajahan jepang. Happy new year 2015 by the way ^^ Kita lihat berapa banyak saya posting di tahun 2015 ini.